Music

Sabtu, 27 September 2014

Konsep, Aliran dan Sejarah Koperasi



Darin Qonitah
12213042
2EA27

Konsep, Aliran dan Sejarah Koperasi
Pengertian koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 ialah bidang usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola. Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah rapat anggota. Koperasi adalah usaha bersama kekeluargaan dan kegotong-royongan. Setiap anggota berkewajiban bekerja sama untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan para anggota.
Kerugian dipikul bersama antara anggota. Jika koperasi menderita kerugian, maka para anggota memikul bersama. Anggota yang tidak mampu dibebaskan atas beban/tanggungan kerugian. Kerugian dipikul oleh anggota yang mampu.
Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya sendiri dan dapat juga bekerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan swasta maupun perusahaan negara.

Konsep Koperasi
Konsep koperasi terbagi 3 yaitu :

1.       Konsep Koperasi Liberal
Di sini dinyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Persamaan kepentingan tersebut bisa berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi.
Jika dinyatakan secara negatif, maka koperasi dalam pengertian tersebut dapat dikatakan sebagai “organisasi bagi kelompok egoisme”. Namun demikian, unsur egoistik ini diimbangi dengan unsur positif sebagai berikut:
·         Keinginan individual dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dengan saling menguntungkan.
·         Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama.
·         Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
·         Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi.

2.       Konsep Koperasi Sosialis
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut menentukan kebijakan publik, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan. Peran penting lain koperasi ialah sebagai wahana untuk mewujudkan kepemilikan kolektif sarana produksi dan untuk mencapai tujuan sosial politik. Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis.

3.      Konsep Koperasi Negara Berkembang
Adanya campur tangan pemerintah Indonesia dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaannya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif, sedangkan  koperasi di negara berkembang seperti Indonesia, tujuannya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

Aliran Koperasi
Di dalam suatu koperasi terdapat berbagai macam aliran koperasi. Aliran koperasi tersebut terbagi menjadi 3 macam yaitu:

1.        Aliran Yardstick, biasa kita temukan pada negara negara yang menganut ideologi kapitalisme atau yang menganut sistem perekonomian liberal. Di aliran ini koperasi dapat menjadi suatu kekuatan untuk menyeimbangkan, menetralisasikan, menstabilkan dan mengoreksi perekonomin negara tersebut. Tapi, pemerintah tidak akan ikut campur tangan terhadap keadaan koperasi tersebut. Pemerintah terlihat “masa bodoh” atas bangun jatuh nya koperasi tersebut. Maju tidaknya koperasi tersebut tergantung anggota koperasi itu sendiri. Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama di negara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat. Seperti di Amerika Serikat, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dan lain-lain.

2.       Aliran Sosialis, disini koperasi dianggap sebagai suatu badan yang mempunyai peranan penting. Koperasi dianggap alat yang paling efektif untuk dapat menyejahterkan masyarakat. Karena sistemnya yang sangat menguntungkan. Tidak hanya itu koperasi juga dianggap sebagai penyatu masyarakat. Maksudnya adalah di dalam koperasi tersebut tidak membedakan kalangan atas, menengah, ataupun bawah. Koperasi juga merupakan suatu organisasi yg menganut kekeluargaan. Koperasi aliran ini biasanya ditemukan di Eropa Timur dan Rusia.

3.      Aliran Persemakmuran (common wealth), koperasi dianggap sebagai wadah ekonomi rakyat yang berkedudukan stratgis dan juga koperasi memiliki peranan penting dalam sektor perekonomian masyarakat. Koperasi juga sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup anggotanya. Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.  Di sini pemerintah ikut membantu dalam gerakan koperasi tersebut. Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, tujuannya adalah agar pertumbuhan ekonomi tersebut dapat berjalan baik. Maju tidaknya koperasi ini, menjadi tanggug jawab pemerintah.

Perbedaan Aliran Koperasi
1.        Aliran Yardstick
Peranan koperasi : Koperasi berperan sebagai alat pengukur, penyeimbang, penetral dan pengoreksi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistem ekonomi liberal (kapitalisme)
Hubungan dengan pemerintah : Hubungan gerakan koperasi dengan pemerintah bersifat netral, di mana pemerintah tidak campur tangan terhadap jatuh bangunnya organisasi koperasi di masyarakat.

2.      Aliran Sosialis
Peranan koperasi : Koperasi berperan sebagai alat dalam mencapai masyarakat yang sosialis yang bercorak kolektif .
Hubungan dengan pemerintah : Koperasi merupakan alat pemerintah dan menjadi bawahan pemerintah. Dengan demikian, koperasi tidak mempunyai otonomi.
 
3.      Aliran Persemakmuran
Peranan koperasi : Koperasi berperan untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang adil dan merata di mana koperasi memegang peranan yang utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
Hubungan koperasi dengan pemerintah : Hubungan koperasi dengan pemerintah bersifat kemitraan.Koperasi tetap mempunyai otonomi dan pemerintah mempunyai tanggung jawab.

Sejarah Lahirnya Koperasi
Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan dijual.
Kegiatan ini menimbulkan kesempatan kerja bagi anggota yang belum bekerja dan menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja. Pada tahun 1851, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah.
Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhi perkembangan gerakan koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan usaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain.
Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi, perbankan, dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha di bidang penerbitan, berupa surat kabar yang terbit dengan nama Cooperative News.
  
Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia
Sudah sejak lama bangsa Indonesia telah mengenal kekeluargaan dan kegotongroyongan yang telah lama  dipakai oleh bangsa Indonesia. Kebiasaan ini, merupakan Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 bunyinya sebagai berikut “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” yang telah lama dijadikan dasar/pedoman pelaksanaan Koperasi. Kebiasaan-kebiasaan itu dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dan kebiasaan ini tidak bisa hilang di Indoesia. Sejarah perkembangan Indonesia ada 2 yaitu masa penjajahan dan masa kemerdekaan.
Dimasa penjajahan, peranan ekonomi koperasi dimulai dari menolong pegawai kecil seperti buruh,petani, terus meningkat menjadi menolong koperasi rumah tangga dan mencoba memajukan koperasi dengan bantuan modal dan koperasi. Setelah bangsa Indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali kehidupan ekonomi. Sesuai dengan tuntutan UUD 1945 pasal 33, perekonomian Indonesia harus didasrkan pada asas kekeluargaan. Dimasa kemerdekaan, koperasi bukan lagi sebagai reaksi atas penderitaan akibat penjajahan, koperasi menjadi usaha bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Hal ini sangat sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.

Sumber :
http://sifafauziah692.wordpress.com/2013/09/25/konsep-aliran-dan-sejarah-koperasi/
http://ariefdar.wordpress.com/2013/10/03/konsep-aliran-dan-sejarah-koperasi/

Rabu, 19 Maret 2014

INDIRECT SPEECH

Darin Qonitah
12213042
1EA30



INDIRECT SPEECH

Indirect Speech adalah kalimat tak langsung, yaitu kalimat yang dikatakan olehh orang lain (mungkin di tempat dan waktu yang berbeda) berdasarkan apa yang dikatakan langsung oleh penutur pertama. “Indirect Speech” disebut juga reported speech atau quoted speech.

1 .  Dalam indirect speech, “the past continuous tense” yang digunakan dengan when clause tidak mengalami perubahan.
2.  Dalam British English, penulisan tanda kutip menggunakan tanda kutip satu (‘  ‘), sedangkan dalam American English, penulisannya menggunakan tanda kutip dua (“  “).
3.  ‘should’ yang digunakan dengan I dan We (British) mempunyai arti akan bukan sebaliknya. ‘should’ berubah menjadi would dalam indirect speech.
Contoh:
      a)      He said, ‘ I should be happy.’ à He said that he would be happy
      b)      He said, ‘I shall be happy.’     à He said that he would be happy
4.  Untuk suatu pernyataan yang benar secara universal. Kita dapat menggunakan the simple present tense dalam noun clause.
Contoh:
       a)      He said that the sun rises in the east.
       b)      He said that the sun rose in the east.
5.     Jika introductory verb atau kata kerja dalam klausa utama dalam bentuk the simple present, the present perfect atau the simple future tense, maka dalam indirect speech tidak mengalami perubahan.
Contoh:
        a)      He says that he is trying to work carefully.
        b)      She has said that she will never be late again.

   Tense yang harus kita perhatikan dalam pola ini yaitu:
Indirect Speech:
1.        Simple Past Tense
Rumus :
(+) subject + verb 2
Example 1 : I met him yesterday
Example 2 : He stole my car last night
        (-) subject + did + not + verb 1
Example 1 : I didn’t meet him yesterday
Example 2 : He didn’t steal my car last night
(?) Did + subject + verb 1 + ?
Example 1 : Did I meet him yesterday ?
Example 2 : Did he steal my car last night?


Pengecualian: Ketika Predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka pengganti kata kerja tersebut adalah was (I, she, he, it) dan were (we, you, they).
Rumus :
(+) subject + was/were + adjective/adverb/noun
Example 1 : I was a good student last year
Example 2 : She was at his house last night
(-) subject + was/were + not + adjective/adverb/noun
Example 1 : I was not a good student
Example 2 : She was not at his house last night
(?) was/were + subject + adjective/adverb/noun + ?
Example 1 : Was I a good student ?
Example 2 : Was she at his house last night ?
Kapan kita memakai Simple Past Tense?
Kita memakai Tense ini untuk membicarakan tentang satu perbuatan yang terjadi di masa lampau.

2.      Past Continuous Tense
Rumus:
(+) subject + was/were + V- ing
Example 1 : We were joking.
Example 2 : She was waiting him two hours ago
(-) subject + was/were + not + V- ing
Example 1 : We were not joking
Example 2 : She was not waiting him two hours ago
(?) was/were + subject + V – ing + ?
Example 1 : Were we joking ?
Example 2 : Was she waiting him two hours ago ?
Kapan kita menggunakan Tense ini?
Tense ini menggambarkan suatu tindakan atau kejadian pada waktu tertentu di masa lampau.

3.      Past Perfect Tense
Rumus:
Subject + had + verb 3
Example 1 : I had listen the radio when you come here
Example 2 : I had eaten my breakfast
Kapan kita menggunakan Past Perfect Tense?
Tense ini mengekspresikan tindakan di masa lalu sebelum tindakan lain terjadi, namun kejadiannya di masa lampau.

 4.      Past Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + had + been + V – ing
Example 1 : She had been helping me when they went to school
Example 2 : He had been meeting me before he met my mother
Kapan Kita menggunakan Past Perfect Continuous Tense?
Tense ini sama pemakaiannya dengan Past Perfect Tense, namun mengekspresikan tindakan-tindakan yang lebih lama di masa lampau sebelum tindakan lain terjadi.

5.      Past Future Tense/Conditional
Untuk menyatakan suatu perbuatan/peristiwa yang akan terjadi diwaktu lampau
Rumus:
subject + WOULD + verb 1
Example 1: She would not be at school tomorrow.
Example 2 : I would not be go to the party tonight

6.      Past Future Continuous Tense (Conditional Continuous)
Untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang terjadi di waktu lampau.
Rumus:
subject + WOULD + BE + V - ing
Example 1 : We would be having dinner at home yesterday.
Example 2 : They would be going to school this morning

7.       Conditional
Conditional sentence adalah kalimat pengandaian yang mengandaikan suatu keinginan, harapan, rencana dan lain-lain yang :
·          Masih bisa terjadi (possible)
·          Tak terpenuhi / angan-angan (unreal /probable) dan
·          Tidak terwujud (imposible)

Ada  3  bentuk conditional sentence yaitu :
·          Tipe I : Future conditional yang menyatakan suatu keinginan, harapan, ataupun rencana yang masih BISA TERJADI / when we are thinking about possibilities.
Rumus
IF + S + V1, S + will +V1
Example 1 : If I pass the exam, I will continue to university
Example 2 : If I can’t become your girlfriend, I wiil keep to smile
Faktanya 1 : Maybe I pass the exam, if I study hard.
Faktanya 2 : Maybe I can’t become your girlfriend, if I don’t care about him

·          Type II : Present conditional, yang menyatakan suatu keinginan, harapan ataupun rencana yang tak terpenuhi / angan-angan ( unreal) or when we imagine a situation.
Rumus
IF + S + V2, S + would + V1
Example 1 : If I felt better, I would take a walk in the park today
Example 2 : If I were not tired, I would help you
Faktanya 1 : I don’t feel better now.
Faktanya 2 : I’m tired now.
*In type II “were “ is used for all subjects

·          Type III : Past conditional yang menyatakan suatu keinginan, harapan atau rencana yang tidak terwujud ( imposible) or when we imagine a situation based on the facts in the past.
Rumus
IF + S + had + V3, S + would have + V3
Example 1 : If I had felt better, I would have come to class yesterday
Example 2 : If I had come, you would have had good time
Faktanya 1 : I didn’t feel  better
Faktanya 2 : I didn’t come
*Untuk tipe III sering berbentuk inversion (pembalikan posisi). Subjek 2 kata kerjanya serta tidak menggunakan IF.
Example 1 : Had I passed the exam, I would have continued to university.
Example 2 : Had I come, you would have had good time.
 
Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanya,
Contoh :
He said, “The sun rises in the east”
He said that the sun rises in the east.
  
CONTOH:
Direct Speech
Indirect Speech
1)      He said, ‘I work Hard.’
He said (that) he worked hard
2)      He said, ‘I am working hard.’
He said (that)he was working hard
3)      He said, ‘I will work hard.’
He said (that) He would work hard
4)      He said, ‘I was working hard.’
He said (that) he had been working hard
5)      He said, ‘I worked hard.’
He said (that) he had worked hard
6)      He said, ‘I have worked hard.’
He said (that) he had worked hard
7)      He said, ‘I am going to work hard.’
He said (that) he was going to work hard
8)      He said, ‘I can work hard.’
He said (that) he could work hard
9)      He said, ‘I may work hard.’
He said (that) he might work hard
10)   He said, ‘I might work hard.’
He said (that) he might work hard
11)   He said, ‘I must work hard.’
He said (that) he must/had to work hard
12)   He said, ‘I have to work hard.’
He said (that) he had to work hard
 He said, ‘work hard.’
He told me to work hard
 He said, ‘I should work hard.’
He said (that) he should work hard
 He said, ‘Don’t leave.’
He told me not to leave
 He said, ‘Will you come?’
He asked if (wheter or not) I would go.
 He asked, ‘where are you?’
He asked me where I was
 He said, ‘I was talking to my teacher when Ann called me.’
He said (that) he was talking to his teacher when Ann called him

Perhatikan perubahan adverb of time (keterangan waktu) dan kata kerja di dalam Indirect Speech
Direct Speech
Indirect Speech
Now (sekarang)
Then, at that moment (pada waktu itu)
Today (hari ini)
That day (hari itu)
Yesterday (Kemarin)
The day before, the previous day (sehari sebelumnya)
Last night (semalam)
The night before, the previous night (semalam sebelumnya)
Last week (minggu lalu)
the week before, the previous week (seminggu sebelumnya)
Two days ago (dua hari lalu)
Two days before (dua hari sebelumnya)
A week ago (seminggu lalu)
a week before, the previous week (seminggu sebelumnya)
A month ago (sebulan lalu)
A month before, the previous month (sebulan sebelumnya)
A year ago (setahun lalu)
a year before, the previous year (setahun sebelumnya)
Tomorrow (besok)
the following day, the next day (hari berikutnya)
Next week (minggu depan)
the following week (minggu berikutnya)
Next month (bulan depan)
the following month (bulan berikutnya)
Next year (tahun depan)
the following year (tahun berikutnya)
Next Monday (senin depan)
the following Monday (senin berikutnya)
Here (disini)
there (disana)
Over here (di sebelah sini)
over there (disebelah sana)
This (ini)
that (itu)
These (ini)
those (itu)
Tonight 
That night
This week
That week
The day before yesterday      
Two days before
Three years ago
Three years before
The day after tomorrow
In two day’s time/The following day
This book
The book
*etc.
*etc

Perubahan-perubahan auxiliaries (kata bantu) yang harus diperhatikan:
Can     
        Could
May    
        Might
Might 
        Might
Must   
        Would have to (kegiatan yang akan datang)/had to (keharusan yang biasa)
*etc.
Contoh:
The man said, “I must mend the wall next week”
The man said that he would have to mend the wall the following week.
Pria itu mengatakan bahwa dia harus memperbaiki dinding minggu berikutnya.
The girl said, ” I must wash my hands before eating”
The girl said that she had to wash her hands before eating.
Gadis itu berkata bahwa dia harus mencuci tangannya sebelum makan.
*etc.

Direct and Indirect Speech ada 4 macam:
1. Statement (Pernyataan) yang menggunakan “that”
He said, “we will go to Singapore tomorrow”
He said that they would go to Singapore the next day.
Bob said, ” I’m a university student”
Bob said that he was a university student.

2. Command (Perintah) menambahkan kata “to” sebagai penghubung kalimat melaporkan dengan yang dilaporkan. “not to” dalam perintah negatif.

He told me, “wait for me !”
He told me to wait for him.
She told me, “don’t cheat anymore !”
She told me not to cheat anymore.

3. Question (Pertanyaan) jika kalimat dari jenis “yes or no question”, maka bentuk laporannya menggunakan if atau whether.

Ina asked me, “Do you really love me?”
Ina asked me if/whether I really loved her.
Mixed type:
Contoh:
Anton asked me, “what’s happening to you ? You look so pale”
Anton asked me what was happening to me as I looked so pale.
Catatan: Past Tense kadang-kadang tidak berubah dalam percakapan.

4. Request is a sentence that asks someone to do something. It ends with a period (.) or a question mark(?).
Request :   -menggunakan tanda titik (.) atau tanda tanya (?) untuk mengakhiri kalimat
        -digunakan untuk bertanya atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu
        -sering menggunakan kata-kata seperti could, would, dll
CONTOH KALIMAT REQUEST :
1. Could you help me please?
2. Would you answer the phone?
3. Open the window please
4. Please buy some egg at the market
5. Bring me the glasess please

EXAMPLE DIRECT AND INDIRECT SPEECH :
1.      D : She says to her friend, “ I have been reading “
I : She says to her friend that he has been reading
2.      D : He will say, “ The girl wasn’t ugly “
I : He will tell them that the girl wasn’t ugly
3.      D : Reza said, “ I’m very sleepy “
I : Reza said that he was very sleepy
4.      D : He has told you, “ I am writing “
I : He has told you that he is writing
5.      D : Mother said to her son, “ study hard “
I : Mothe advised her son to study hard
6.      D : My friend said to me, “ I don’t like football “
I : My friend said to me that he didn’t like football
7.      D : She said, “ I didn’t go to campus
I : She said that she hadn’t gone to campus this morning
8.      D : Rikza says, “ I have seen that movies “
I : Rikza says that she has seen that movies
   .      D : Mother asked her, “ Don’t go there alone “
I : Mother asked her not to go there alone
1   .  D : Father asked robi, “ Don’t smoke too much “
I : Father asked robi not to smoke too much

Referensi :
http://wongzo.blogspot.com/2012/10/16-tenses-bahasa-inggris-beserta-rumus.html
http://nonaqoe.wordpress.com/2008/07/10/conditional-sentence/
http://hedwigsite.blogspot.com/2012/04/command-and-request.html